^_MeLoDieS oF LiFe_^

Kisah Sang Koas Cilik #Part 1

Posted by: Yanti on: 20/03/2011

“Sometimes the only thing you can do is wait..”

Itulah yang kutipan yg tepat untuk apa yg paling menarik, yg saya temukan hampir selama setengah bulan saya menjalani Kepanitraan Klinik Junior (KKJ/Koas Junior) di RSMH Palembang.

Begitu banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa saya tampung dan simpan dalam lumbung ilmu saya. Dan saya berharap lumbung tersebut akan makin terisi seiring jam terbang saya di rumah sakit ini.
Tugas kami sebagai seorang koas junior sebenarnya sangat mudah, tidak sesulit koas senior yang mesti follow up pasien pagi2 dan ada night shift2x sminggu.
Koas junior hanya diperbolehkan melakukan “orientasi” atau perkenalan terhadap masing2 stase yang sudah diatur oleh P3D.

1. Stase pertama saya adalah stase mayor yaitu BEDAH. Hari pertama dan kedua saya merasa saya dan teman2 seperti anak ayam kehilangan induk. Tapi untunglah di salah satu ruangan yang terbuka untuk “umum”, kami bisa melihat operasi orthopedi dari atas melalui kaca kyk di film2 :)
Di stase ini kami diajari banyak mengenai bedah urologi, bedah plastik, bedah syaraf, bedah digestif, bedah anak, bedah orthopedi dan bedah thorax. Terimakasih ilmunya bapak2 konsulen sekalian :)
Dan di stase ini kamipun membagi diri untuk berjaga di UGD RSMH dari sore sampai jam 9 malam. Kami berada disini selama 4 hari.
Disinilah pertama kali saya mendapat pelajaran “real” dimana banyak orang yang berjuang untuk hidup dan membutuhkan berbagai alat untuk menyambung nyawanya. Dimana banyak tumpahan darah, tangisan, harapan dan keadaan mencekam. Saya rasa residen2 bedah yang berjaga di UGD sangatlah terampil dalam berpartisipasi menyokong kehidupan pasiet gawat darurat. Ada yang jarinya gompel karena terjepit pintu, ada yang jatuh dan dagunya belah, ada yang jatuh dari motor dan tidak sadar, ada yang digigit ular, ada yang peritonitis e.c appendisitis perforata. Banyak deh. Nah itu sekilas dari stase bedah.

2. Stase minor : Rehabilitasi Medik, Anestesi, dan Jiwa
Di Rehabilitasi Medik, saya mendapat sedikit pengalaman karena kami bertugas cuma 1 hari disini. Saya melihat2 bagian per bagian yaitu terapi paraffin dimana kami diperbolehkan mencelupkan tangan dan merasakan sensasi nikmat dan hangat dari parafin itu. Kata petugasnya sekali terapi Rp.34.000 dan terapi ini adalah terapi yang paling mahal disini.
Lalu ada terapi wicara, okupasi, elektrik, dll yang saya nggak terlalu hapal namanya. Itulah kisah saya di stase rehab medik :)

Di stase minor kdua yaitu Anestesi, saya mendapat banyak sekali ilmu. Pertama oleh dr.I, kemudian residen yang otak kirinya kinclong abis : dr.H. Beliau mampu menghapal osmolaritas darah dan osmol larutan2 infus lain, selain itu beliau juga hafal tekanan vena sentral dan masih banyak lagi “kegaiban2″ beliau yang membuat kami tercengang bahwa banyak sekali isi di otaknya yang sangat berkualitas walaupun beliau masih sangat muda. Lalu beliau mengajak kami ke GICU (General Intensive Care Unit) dan melihat pasien yang hidupnya benar2 1000% bergantung pada alat2 dan disana kami diperkenalkan dengan alat2 tsbt. Setelah dari ICU, kami diajak dr.Rizal ke OK melihat pasien emergensi yang terbakar seluruh tubuhnya dan sedang ditolong oleh petugas OK.
Ya sekianlah pengalaman saya di anestesi :)

Kemudian stase minor saya yang terakhir adalah Jiwa. Nah disini kami bertemu pasien yang jiwanya berbeda dengan kami. Mereka telah kehilangan beberapa bagian dari keutuhan jiwa mereka.
Kami belajar menganamnesis (mewawancarai) pasien schizofrenia tak terinci dan pasien schizofrenia tipe paranoid. Lalu membuat presentasi tentang cara mengisi status disana.
Sekian pengalaman saya di jiwa :)

3. Stase Mayor kedua : Penyakit Dalam
Disini saya juga mendapat banyak sekali pengalaman. Bahkan saya jadi makin cinta dan makin pengen jadi spesialis penyakit dalam. Wah3 tapi mengingat konsekuensi waktunya saya jadi berpikir lagi :p
Kami dibagi2 menjadi 3 kelompok dan sialnya kelompok kami hari 1 dan 2 nganggur. Barulah hari ketiga, kami diajak melihat2 pasien, memeriksa dan berjaga malam di UGD PDL. Nah disini saya mendapat banyak sekali pengalaman. Saya bersyukur sekali kepada Tuhan yang masih melindungi saya, memberi tubuh yang baik dengan segala kekurangan serta kelebihan setiap kali saya melihat pasien disana.
Satu hal yang mmebuat saya greget dan pasti terjadi kelak pada diri saya adalah saking banyak pasien VS minimnya tenaga dan peralatan medis membuat keadaan tidak kondusif. Tangisan, kecemasan dan perasaan tidak aman yang dirasakan pasien dan keluarganya membuat aura kamar UGD menjadi suram. Namun itu baru permulaan bagi saya, nantinya pasti saya akan terbiasa. Disana banyak sekali pasien gawat, ada bayi mungil yang mengalami intususepsi, pasien koma hepatikum, koma diabetikum, tbc, PPOK, asma, appendisitis, ca mammae dll. Dan saya miris melihat mereka merintih2 kesakitan dan bahkan ada pasien yang sudah didoa2kan keluarganya.
Saya selalu berdoa untuk mereka setiap saya pulang kerumah dan mengenang kejadian2 di UGD.
Pukul setengah sembilan malam kami pulang dengan tubuh lunglai karena tidak makan dan mandi. Rasanya letih kami terbayar dengan pelajaran2 berharga malam itu.
Dan di hari terakhir kami diajak ke poliklinik PDL, hemodialisis dan ke bagian paru.
Dan berakhirlah stase mayor kami PDL.
Selamat datang stase anak, hari Rabu depan :)

Besok tgl 21 dan 22 Maret 2011 adalah hari besar untuk kami. Kenapa? Karena kami akan resmi dilantik menjadi Sarjanaa Kedokteran :)
Terima kasih Tuhan karena Engkau telah menemaniku selama 3,5 tahun ini. Dan terharunya saya ketika mama saya mengucapkan terima kasih dan mendoakan saya sukses slalu karena saya telah berjuang selama ini. Dan papa saya yang bingung mau pakai baju apa besok :p

Tuhan, syukur dan terimakasih karena Engkau memilihkan jalan ini untukku. Menempatkan aku dalam profesi yang sangat mulia ini. Aku bangga dapat menjadi seorang mahasiswa kedokteran. Jujur, menjadi dokter bukanlah cita-citaku sejak kecil. Cita-citaku yang sebenarnya adalah menjadi guru. Namun karena sebuah film yang menggugah, saya menjadi tertarik mendalami profesi dokter di saat2 terakhir saya mesti memutuskan jurusan apa yang akan saya ambil di kuliah kelak.
Thanks God, jalanMu slalu menjadi jalanku. Dan apa yang menurut Engkau baik, pasti baik bagiku.
Dan trimakasih karena Engkau membekali aku dengan berbagai kenikmatan yang Engkau titipkan melalui kedua orangtuaku. Smoga Engkau tetap menuntunku sampai akhir :)

Sekian cuap2 saya di hari Minggu pagi.
Gracias ♡̨̐

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

y a n g p o e n y a b l o g

D a t e

March 2011
T W T F S S M
« Feb   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 6,329 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.